E-Letter : Edisi Oktober 2021

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Share on print
Kata Mereka

E-Letter berisi ringkasan seputar isu Kongres KM ITB selama satu bulan terakhir. Nah, untuk edisi Oktober 2021, terdapat beberapa isu diantaranya mengenai Komite TPB, mekanisme agenda Kongres dan masih banyak lagi. Yuk, kita baca selengkapnya!

Bagian I
Musyawarah Kerja Kabinet KM ITB 2021/2022

Visi & Misi Kongres KM ITB

Visi:
“Bakti-Karya Muda-Mudi KM ITB dengan Semangat “In Harmonia Progressio” untuk Kemajuan Peradaban Indonesia.

Misi:

  1. Mengoptimalkan pemenuhan kebutuhan dasar dan pengembangan diri mahasiswa ITB untuk menunjang bakti-karyanya sebagai Mahasiswa

  2. Merangkai kaderisasi terpusat dan sektoral yang harmonis untuk mencetak kader yang memajukan peradaban Indonesia

  3. Wadah Mencari, Mendalami dan Menyebarluaskan Ilmu, Teknologi dan Seni untuk Kemajuan Peradaban Indonesia

  4. Membentuk Ekosistem Karya Kreatif di KM ITB dengan pembangunan dan pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni untuk Kemajuan Peradaban Indonesia

  5. Memetakan dan memberdayakan relasi-relasi pentaheliks sebagai mitra gerakan KM ITB

Struktur Kabinet KM ITB 2021/2022

1. Kesekjenan

Kesekjenan adalah Kemenkoan yang berfungsi mempersiapkan sistem penunjang keberjalanan KM ITB, memastikan keberjalanan elemenelemen Kabinet KM ITB dengan efektif-efisien dan mengelola sumber daya Kabinet KM ITB untuk kebutuhan KM ITB.

2. Kemenkoan Komunikasi Kreatif dan Informasi

Gagasan Kemenkoan Komunikasi Kreatif dan Informasi In Harmonia Progressio :

  • Mengeksplorasi perkembangan tren komunikasi guna menunjang ketersampaian dan makna informasi
  • Mengelola kanal-kanal media informasi agar tepat sasaran dan meningkatkan kemauan sasaran komunikasi untuk mengakseskanal tersebut
  • Merencanakan Pendataan, Pengarsipan dan Penyebarluasan Kekayaan Informasi/Pengetahuan di KM ITB

3. Kemenkoan Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa

Gagasan Kemenkoan Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa In Harmonia Progressio :

  • Membimbing lembaga dan menciptakan ekosistem yang kondusif untuk saling belajar di KM ITB
  • Membentuk insan akademis yang memiliki kedalaman ilmu dan kemampuan kolaborasi dengan lingkungannya
  • Mendorong peningkatan kualitas lembaga dan individu melalui riset dan pendataan terpusat

Tiga nilai penuntun dalam menjalankan ide yang terdapat pada Kemenkoan PSDM yaitu impactful, sinergis, berkelanjutan.

4. Kemenkoan Karya Inovasi

Gagasan Kemenkoan Karya Inovasi In Harmonia Progressio :

  • Memasyarakatkan Sains, Teknologi dan Seni guna Penyadaran Peran Ilmu Pengetahuan Inovasi In Harmonia Progressio
  • Membangun Peradaban Indonesia melalui Pemberdayaan Keilmuan di ITB untuk Memantik Diskursus dan MenghasilkanSolusi
  • Memberdayakan Techtivist di KM ITB untuk Belajar, Berkarya dan Berinovasi dalam Memecahkan Permasalahan di Indonesiamelalui Diversifikasi Metode Karya-Inovasi

Konsep Inovasi Karya yang dibangun oleh Kemenkoan Karya Inovasi terangkum pada kalimat “Integrated Innovation Process and Skillful Techtivist”.

5. Kemenkoan Pergerakan Internal

Kemenkoan Pergerakan Internal adalah kemenkoan yang berfungsi untuk menginisiasi, memberdayakan, menghubungkan lembaga-lembaga di KM ITB untuk berkarya di luar dari, selain itu juga menjadi sumber pengetahuan untuk meningkatkan kualitas gerakan di KM ITB secara menyeluruh.

6. Kemenkoan Kesejahteraan Mahasiswa

Gagasan Kemenkoan Kesejahteraan Mahasiswa In Harmonia Progressio :

  • Pemetaan aspek kesejahteraan mahasiswa yang holistik, guna mengupayakan ketercapaiannya.
  • Pengelolaan dan perencanaan mitigasi permasalahan kesejahteraan mahasiswa di KM ITB
  • Pengupayaan kerjasama, inisiasi, dan pemberdayaan di internal KM ITB dan Eksternal KM ITB untuk menunjang pemenuhan kebutuhan mahasiswa.

7. Kemenkoan Sosial Politik

Kemenkoan Sosial Politik adalah kemenkoan yang berfungsi untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas pergerakan anggota KM ITB dalam bidang yang mendidik untuk membangun kesadaran kritis mahasiswa dalam memperjuangkan kebutuhan Masyarakat Indonesia.

8. Kemenkoan Harmoni Sosial Masyarakat

Kemenkoan Harmoni Sosial Masyarakat (HSM) merupakan kemenkoan yang berfungsi untuk menyelaraskan berbagai arah gerak yang dilakukan oleh lembaga KM ITB di bidang sosial masyarakat serta menjadi bentuk dari perwujudan visi K3M ITB untuk adanya bakti karya muda-mudi mahasiswa.

9. Keresidenan Multikampus

Keresidenan Multikampus merupakan lembaga eksekutif mahasiswa di kampus di luar wilayah Ganesha yang berfungsi sebagai koordinator kegiatan kemahasiswaan masing-masing wilayah yang memiliki tujuan akhir untuk menstabilkan kemahasiswaan Multikampus.

Keresidenan Multikampus Kabinet KM ITB pada kepengurusan sebelumnya telah mengeluarkan rencana strategis atau disebut selanjutnya Renstra Multikampus yang mampu menjabarkan berbagai isu-isu kemahasiswaan di dalamnya. Analisis kondisi dan strategi pencapaian yang digagas pada Renstra Multikampus meliputi aspek dinamisasi kampus, pergerakan multikampus, SDM Multikampus ideal, kesejahteraan mahasiswa multikampus, dan sistem Multikampus.

Perumusan hal-hal dalam sinergitas perencanaan Multikampus, meliputi :

  • kebutuhan mahasiswa secara individu dan komunal
  • rencana akademik selama pandemi
  • kegiatan dan Karya

Bagian II
Komite TPB 2021/2022

Latar Belakang Pembentukan Komite TPB

Komite TPB dibentuk dengan kebutuhan terkait posisi dan peran mahasiswa tingkat pertama pada sistem demokrasi KM ITB, terutama dalam kontribusi menentukan arah dan mengawasi keberjalanan KM ITB.

Tujuan Pembentukan Komite TPB

Komite TPB bertujuan untuk mewakilkan TPB fakultas secara langsung dalam mekanisme pengambilan kebijakan KM ITB, mengenalkan KM ITB kepada mahasiswa tingkat satu, menjadi inisiator dalam mengembangkan minat dan bakat mahasiswa TPB.

Hak Komite TPB

• Hak Suara dari Komite TPB

  1. Komite TPB dapat menyatakan pilihan bersama Anggota KM ITB tingkat pertama dalam pengambilan keputusan Kongres KM ITB.
  2. Suara Komite TPB dalam pengambilan keputusan Kongres KM ITB dihitung 1 suara jika 1/2 n + 1 perwakilan Fakultas/Sekolah TPB menyepakati pilihan tertentu.

• Hak Anggota Komite TPB

  1. Menarik dan menyampaikan aspirasi Anggota KM ITB tingkat pertama pada Fakultas/Sekolahnya
  2. Mengadakan forum dan membuat laporan keberlangsungan forum di tingkat Fakultas/Sekolah TPB secara berkala bersama Anggota Kongres KM ITB yang memiliki Fakultas/Sekolah yang sama untuk melakukan penyebaran informasi dan/atau menampung aspirasi.
  3. Membuat laporan mengenai penarikan aspirasi.
  4. Menjalankan fungsinya sebagai wakil Fakultas/Sekolah TPB.

Kewajiban Komite TPB

  1. Mengikuti seluruh persidangan yang dilaksanakan oleh Kongres KM ITB.
  2. Mendapatkan pendampingan dari Anggota Kongres KM ITB yang memiliki Fakultas/Sekolah yang sama.
  3. Menyatakan pendapatnya pada sidang Kongres KM ITB.

Bagian III
Mekanisme Agenda Kongres KM ITB 2021/2022

Agenda adalah rangkaian acara yang merupakan sidang Kongres KM ITB ataupun acara lainnya yang dinilai wajib oleh Komisi Internal dan Tata Cara Kongres KM ITB untuk dihadiri senator.

Jenis sidang Kongres KM ITB

• Sidang Istimewa

Sidang istimewa merupakan sidang khusus untuk pembahasan perubahan Konsepsi, AD/ART KM ITB, referendum dan landasan kemahasiswaan KM ITB. Kuorum acara ¾ anggota Kongres. Kourum keputusan ⅔ anggota yang hadir.

• Sidang Paripurna

Sidang paripurna merupakan kekuasaan tertinggi dalam Kongres KM ITB. kuorum acara ½ n+ 1. Tidak ada kuorum keputusan.

• Sidang Darurat

Sidang darurat adalah sidang yang dilakukan ketika sidang paripurnaKongres KM ITB tidak dapat dilaksanakan dan diusulkan oleh Ketua Kongres KM ITB atau sekurang-kurangnya ⅕ Anggota Kongres KM ITB dengan persetujuan Ketua Kongres KM ITB. Kuorum keputusan ⅔ anggota yang hadir.

Tata Cara Pengajuan Agenda

  1. Agenda dapat diajukan oleh ketua Kongres, Komisi Kongres dan/atau oleh anggota Kongres KM ITB minimal ⅕ jumlah Anggota Kongres KM ITB dengan menghubungi Komisi Internal dan Tata Cara.
  2. Pengajuan agenda dilakukan maksimal hari Sabtu pada minggu sebelum dilakukan agenda tersebut dengan catatan agenda tidak beririsan dengan agenda yang sudah disusun.
  3. Setiap agenda Kongres KM ITB harus memiliki teknis acara yang jelas paling lambat j-3 acara tersebut Teknis acara dibuat dengan berkoordinasi dengan Komisi Internal dan Tata Cara dan sekurang-kurangnya terdiri dari rundown, keterangan content based, time based dll).

Tata Cara Perizinan Mengikuti Agenda

• Perizinan Tidak Mengikuti Agenda

  1. Izin tidak mengikuti agenda diajukan kepada anggota Komisi Khusus Internal dan Tata Cara paling lambat 6 jam sebelum agenda dimulai, serta disampaikan melalui grup Kongres KM ITB.
  2. Izin yang dapat diterima hanya izin yang berupa kedukaan keluarga, sakit parah, kegiatan akademik yang jika ditinggalkan akan mempengaruhi statusnya sebagai Mahasiswa ITB, ibadah serta hal-hal lain yang dianggap Komisi Khusus Internal dan Tata Cara.
  3. Izin yang diterima akan terhitung 50% dari 100% pada presensi agenda hari tersebut sedangkan izin yang tidak diterima akan terhitung 0.
  4. Izin yang diterima harus melampirkan bukti yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan serta diberikan kepada Komisi Khusus Internal dan Tata Cara maksimal 2 hari setelah agenda dimulai.

• Perizinan Keluar di Tengah Agenda

  1. Peserta forum wajib menyampaikan terlebih dahulu saat mengisikonfirmasi kehadiran untuk forum dengan keterangan waktu keluar dan alasannya secara jelas.
  2. Izin juga harus disampaikan saat keberjalanan forum di kolom chat saat hendak keluar room meeting dengan alasan yang jelas (saat pelaksanaan forum online).
  3. Saat pelaksanaan forum offline, apabila peserta forum hendak izin keluar ditengah forum untuk alasan apapun maka wajib untuk meminta izin kepada pimpinan forum atau moderator yang memimpin forum.
  4. Peserta forum baru boleh meninggalkan forum jika sudah diizinkan peserta forum lainnya.

• Perizinan Membawa dan Pendelegasian Tim Senator saat Forum

  1. Senator yang hendak mengajak tim senatornya saat forum perlu memberitahukannya dengan mengisi menuliskan nama tim senatornya pada konfirmasi kehadiran.
  2. Apabila senator sedang berhalangan dan diwakilkan oleh timnya, maka senator wajib mengirimkan surat pendelegasian Penanggung Jawab Sementara Senator yang ditujukan kepada Komisi Khusus Internal dan Tata Cara maksimal 60 menit sebelum forum dimulai.

Infografis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *